MAN INSAN CENDEKIA DONASIKAN RP288,8 JUTA

Oleh Humas · 29 Sep 2026

MAN INSAN CENDEKIA DONASIKAN RP288,8 JUTA

ACEH TAMIANG – Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN Insan Cendekia (IC) se-Indonesia menyalurkan bantuan dana sebesar Rp288.824.052 untuk perbaikan sarana pendidikan di MTs Negeri 1 Aceh Tamiang yang rusak akibat bencana banjir. Penyerahan bantuan melalui program MAN IC Peduli tersebut dilaksanakan pada Senin (28/9/2026) di Masjid MTsN 1 Aceh Tamiang.

Rombongan KKM MAN IC diterima oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala MTsN 1 Aceh Tamiang, serta para guru dan tenaga kependidikan.

KKM MAN Insan Cendekia merupakan organisasi yang menaungi kepala sekolah dari 25 lokasi MAN IC di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Dana bantuan tersebut dihimpun dari partisipasi pengurus dan anggota KKM di seluruh wilayah.

Ketua KKM MAN Insan Cendekia, Khoirul Anam, menjelaskan bahwa penyerahan bantuan ini bertujuan untuk mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar di MTsN 1 Aceh Tamiang. Kerusakan pada ruang kelas akibat luapan air banjir dinilai mengganggu aktivitas pembelajaran para siswa.

"Kerusakan ruang belajar yang dialami MTsN 1 Aceh Tamiang berdampak langsung pada fasilitas mengaji, menghafal Al-Qur'an, dan kegiatan akademik siswa. Madrasah ini merupakan lembaga pendidikan yang mencetak generasi berprestasi di Aceh," kata Khoirul Anam saat menyampaikan sambutannya.

Dana sebesar Rp288.824.052 yang terkumpul akan dialokasikan untuk membiayai pembangunan kembali Ruang Kelas Baru (RKB). Pembangunan fasilitas baru ini diharapkan dapat memulihkan kenyamanan serta kelancaran kegiatan belajar mengajar di madrasah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Khoirul Anam memberikan pesan motivasi melalui pantun untuk menjaga semangat belajar para siswa dan guru:

Pergi ke Tamiang menyeberang kuala,

Airnya jernih menuju samudera.

Walau banjir sempat melanda,

Semangat belajar jangan sampai sirna.

Khoirul Anam menambahkan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kerja sama dan kepedulian antar-lembaga pendidikan madrasah dalam merespons kondisi darurat pascabencana.

"Nilai bantuan ini disesuaikan dengan kemampuan yang terhimpun untuk membantu meringankan beban perbaikan sarana yang rusak. Ini merupakan wujud dukungan antar-madrasah agar pengelola sekolah dan para guru mengetahui bahwa mereka mendapat dukungan dalam masa pemulihan ini," ujarnya.

Melalui program MAN IC Peduli, jaringan 25 MAN Insan Cendekia se-Indonesia berkomitmen mendukung pemulihan sarana fisik sekolah agar kegiatan operasional pendidikan di MTsN 1 Aceh Tamiang dapat berjalan normal kembali.