Kajian ta'lim muta'allim oleh ustadz Muhammad Zaenuri:
Pembahasan bait:
إِنَّ التَّوَاضُعَ مِنْ خِصَالِ
الْمُتَّقِي#
وَبِهِ التَّقِيُّ إِلَى الْمَعَالِي
يَرْتَقِي
"Sesungguhnya sifat tawaduk (rendah hati) adalah sebagian dari
ciri-ciri orang yang bertakwa." # "Dan dengan sifat tawaduk itulah,
orang yang bertakwa akan naik menuju derajat yang mulia/tinggi."
وَمِنَ الْعَجَائِبِ عَجَبُ مَنْ هُوَ
جَاهِلٌ#
فِي حَالِهِ أَهُوَ السَّعِيدُ أَمِ
الشَّقِي
"Dan di antara keanehan yang sangat ajaib adalah orang bodoh yang
mengagumi dirinya sendiri, padahal ia tidak tahu # bagaimana kondisinya kelak;
apakah ia termasuk golongan orang yang beruntung (masuk surga) atau orang yang
celaka (masuk neraka)?"
أَمْ كَيْفَ يُخْتَمُ عُمْرُهُ أَوْ
رُوحُهُ#
يَوْمَ النَّوَى مُتَسَفِّلٌ أَوْ
مُرْتَقِي
"Atau (ia tidak tahu) bagaimana umurnya akan diakhiri, atau
bagaimana kondisi ruhnya # pada hari perpisahan (kematian); apakah akan
berakhir dengan hina (suul khatimah) atau mulia (husnul khatimah)?"
وَالْكِبْرِيَاءُ لِرَبِّنَا صِفَةٌ#
مَخْصُوصَةٌ فَتَجَنَّبْهَا وَاتَّقِي
"Sifat sombong/keagungan itu hanyalah milik Tuhan kita, # sifat
yang khusus bagi-Nya, maka jauhilah sifat sombong itu dan bertakwalah!"