Berita Terkini

INSPIRASI ALUMNI IC DI TAHUN BARU

Serpong — Suasana hangat, inspiratif, sekaligus sarat nilai spiritual menyelimuti Masjid Ulil Albab MAN Insan Cendekia Serpong pada Senin malam (15/06/2026). Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah, madrasah tersebut menggelar sebuah forum keagamaan dan berbagi bertajuk “Generasi Qur’ani dan Berprestasi: Kuat Literasi, Kokoh Spiritual”. Acara yang berlangsung ba’da Maghrib ini menghadirkan Dr. Moh. Mualliful Ilmi, alumnus dari Angkatan 17 (Magnific), sebagai narasumber utama. Di hadapan puluhan siswa, Dr. Moh. Mualliful Ilmi membagikan pengalaman akademis dan profesionalnya guna memotivasi para santri agar mampu menyeimbangkan pencapaian duniawi dan kesiapan ukhrawi. Sesi tanya jawab pun menjadi bagian paling dinamis, di mana empat orang siswa secara bergantian mengajukan pertanyaan kritis yang sangat relevan dengan tema penguatan literasi dan spiritualitas tersebut. Inaya, siswi kelas XI, membuka termin diskusi dengan pertanyaan menarik mengenai keberanian mengambil keputusan lintas disiplin. Ia meminta pandangan narasumber tentang fenomena perpindahan haluan studi, secara spesifik dari jurusan kimia beralih ke ilmu arkeologi. Menanggapi hal tersebut, Dr. Moh. Mualliful Ilmi menjelaskan bahwa ilmu sains seperti kimia justru memiliki peran besar dalam arkeologi modern, khususnya untuk proses penanggalan karbon dan analisis artefak. Pertanyaan bernada spiritual kemudian datang dari Aisyah, siswi kelas XI lainnya. Sejalan dengan tema utama acara, ia mempertanyakan kiat praktis membagi waktu secara seimbang antara tuntutan akademis yang padat di asrama dengan konsistensi ibadah harian. Narasumber memberikan formula suksesnya semasa menjadi siswa, yakni dengan memandang ibadah bukan sebagai beban yang menyita waktu, melainkan sebagai jangkar ketenangan yang meningkatkan fokus belajar. Rasa penasaran terhadap jenjang pendidikan tinggi yang lebih tinggi ditunjukkan oleh M. Adnanil Azzam. Siswa kelas XI ini dengan visioner mencari informasi mengenai skema beasiswa akselerasi kuliah untuk jenjang S2 dan S3 sekaligus di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan durasi total empat tahun. Pertanyaan ini mendapat apresiasi tinggi dari narasumber, yang langsung memberikan gambaran umum mengenai program fast track dan beasiswa PMDSU di kampus Ganesha tersebut. Tidak ketinggalan, perwakilan adik kelas dari kelas X, M. Zen, membawa atmosfer nostalgia sekaligus edukatif. Ia menanyakan kilas balik mengenai sistem poin pelanggaran yang berlaku di IC pada masa angkatan Magnific dulu. Dr. Moh. Mualliful Ilmi menekankan bahwa aturan poin di madrasah bukanlah sekadar hukuman, melainkan instrumen penting yang membentuk mentalitas disiplin, integritas, dan tanggung jawab yang sangat dibutuhkan di dunia profesional. Acara peringatan Tahun Baru Islam ini ditutup dengan doa bersama untuk menyambut tahun yang baru, diikuti sesi foto bersama sebagai simbol eratnya ikatan silaturahmi lintas generasi di MAN Insan Cendekia Serpong.

Berita Terkini

SERUNYA PENGOCOKAN KAMAR di ASRAMA

Ada yang seru di hari Senin tanggal 8 Juni 2026 bagi siswa siswi MAN Insan Cendekia Serpong. Setelah maghrib, diadakan pengocokan kamar untuk penghuni asrama di tahun ajaran berikutnya. Bagi siswa sekolah berasrama (boarding school), pergantian tahun ajaran tidak hanya berarti naik kelas dan bertemu guru baru. Ada satu momen yang dinanti sekaligus mendebarkan: pengocokan kamar asrama. Setiap akhir tahun pelajaran, pihak keasramaan melakukan pengacakan nomor kamar dan anggota kamarnya. Syarat utamanya adalah tidak diperbolehkan satu kamar lagi dengan teman kamar lama. Jika hasil pengocokan menunjukkan  teman kamar yang sama, maka harus diulang agar bisa bergaul dan bersosialisasi dengan teman-teman lain. Proses ini bukan sekadar memindahkan perlengkapan tidur atau barang-barang lain, tetapi menjadi awal dari petualangan baru dengan teman kamar baru. Sebenarnya bukan teman baru, karena masih dengan teman angkatan yang sama, tapi tetap saja dibutuhkan penyesuaian kembali dengan kebiasaan teman kamar yang baru. Beberapa hari sebelum hasil pengocokan diumumkan, suasana asrama mulai ramai dan mendebarkan. Di sela-sela kegiatan belajar dan suasana SAT (Sumatif Akhir Tahun), siswa saling bertanya dan menebak-nebak. “Kira-kira tahun depan sekamar sama siapa ya?”, “Jangan-jangan aku jadi satu kamar dengan anak kelas lain.”, atau “Siapa ya yang bakal jadi ketua kamar?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering terdengar di berbagai sudut asrama. Mayoritas siswa, sudah nyaman dengan teman kamar lamanya sehingga berat sekali untuk berpisah dan harus beradaptasi lagi dengan suasana baru dan kebiasaan teman kamar yang baru. Tetapi ini adalah ketentuan tiap tahun yang sudah rutin dilakukan di madrasah ini. Di balik keseruannya, pengocokan kamar memiliki tujuan pendidikan yang sangat penting. Dengan komposisi penghuni yang berbeda setiap tahun, siswa belajar untuk beradaptasi dengan berbagai karakter, kebiasaan, dan latar belakang teman-temannya. Tidak semua teman sekamar memiliki sifat yang sama. Ada yang pendiam, ada yang aktif, ada yang sangat rapi, dan ada yang perlu belajar lebih disiplin. Justru melalui perbedaan itulah siswa belajar memahami orang lain, melatih kesabaran, memperkuat komunikasi, dan membangun kerja sama. Kehidupan asrama menjadi laboratorium kehidupan yang nyata. Setiap siswa belajar bahwa keberhasilan hidup bersama tidak ditentukan oleh kesamaan, tetapi oleh kemampuan untuk saling menghargai dan melengkapi serta bertoleransi dengan berbagai perbedaan. Banyak persahabatan terbaik di boarding school justru lahir dari pengocokan kamar. Teman yang awalnya asing bisa menjadi sahabat yang selalu menemani belajar, beribadah, berolahraga, hingga berbagi cerita tentang cita-cita dan masa depan. Tidak sedikit alumni yang ketika mengenang masa masa di madrasah berasrama ini,  berkata bahwa teman sekamar adalah orang-orang yang paling banyak memberikan warna dalam perjalanan mereka. Semua itu berawal dari sebuah proses pengacakan yang tampaknya sederhana. Pada akhirnya, pengocokan kamar mengajarkan satu hal penting: tidak semua hal dalam hidup dapat kita pilih sendiri. Namun, kita selalu dapat memilih sikap terbaik dalam menjalaninya. Siapa pun teman sekamar yang terpilih, kamar mana pun yang ditempati, dan siapa pun ketua kamar yang mendapat amanah, semuanya adalah kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi pribadi yang lebih baik dan dewasa. Maka, ketika daftar kamar baru diumumkan, hendaknya disikapi dengan semangat dan optimisme. Bisa jadi, di balik nama-nama yang tertera di sana, Allah telah menyiapkan pelajaran berharga, pengalaman yang tak terlupakan, dan persahabatan yang akan dikenang sepanjang masa.

Berita Terkini

7 SISWA MAN ICS TEMBUS SKOR 1000 DI UTBK

SERPONG — Prestasi luar biasa berskala nasional kembali diukir oleh siswa MAN Insan Cendekia Serpong dalam ajang Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026. Salah seorang siswa terbaiknya, Ahmad Salman Al-Makkiy (Ahmad Salman A.), sukses mencatatkan namanya sebagai peraih skor yang menakjubkan pada subtes Pengetahuan Kuantitatif dengan capaian nilai yang sangat fantastis, yaitu 1173,55. Berdasarkan data statistik resmi dari SNPMB, nilai yang diraih oleh Ahmad Salman tersebut secara otomatis menempati posisi batas maksimum dari seluruh peserta UTBK di Indonesia pada subtes tersebut. Melalui hasil ujian yang luar biasa ini, ia berhasil mengamankan kursi di program studi impiannya, yakni Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi (STEI-K) di Institut Teknologi Bandung (ITB). Keberhasilan Ahmad Salman tidak berdiri sendiri. Pada angkatan 29 MAN Insan Cendekia Serpong kali ini, tercatat ada fenomena langka di mana sebanyak 7 orang siswa secara masif berhasil menembus angka keramat—skor di atas 1000—khusus pada subtes Penalaran Kuantitatif. Sebuah pencapaian yang membuktikan tingginya penguasaan logika matematika dan analisis numerik tingkat tinggi (HOTS) yang dimiliki oleh para siswa madrasah ini. Di antara ketujuh siswa berprestasi yang sukses bertengger di “puncak skor kuantitatif” tersebut adalah Kevin Narendra A. Putra yang meraih nilai 1022,73 dan diterima di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Rekayasa ITB. Diikuti oleh Raihan Awal Basyaril (Raihan Awal B.) dengan skor 1016,82 yang sukses menembus Jurusan Teknik Elektro Universitas Indonesia (UI). Selanjutnya, Arsyad Zillan Gabriel (Arsyad Zillan G.) sukses mendulang skor 1113,22 dan melenggang ke program studi Sistem Informasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tak ketinggalan, M. Rafa Adzani dengan raihan nilai 1005,32 berhasil menyusul rekan-rekannya ke STEI-Komputasi ITB. Dua srikandi madrasah, Khairunnisa Athifah dan Naila Farikha, juga ikut menyempurnakan daftar elite ini dengan masing-masing mengantongi skor luar biasa sebesar 1002,90 dan 1003,86. Keberhasilan luar biasa ini disambut dengan rasa syukur mendalam oleh seluruh keluarga besar madrasah di Serpong. Dominasi nilai sempurna yang diraih oleh para siswa Angkatan 29 ini kembali menegaskan status MAN Insan Cendekia Serpong sebagai laboratorium pencetak generasi muda yang unggul secara akademik di tanah air.

Berita Terkini

99 SISWA MAN ICS LOLOS UTBK

TANGERANG SELATAN — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh salah satu madrasah unggulan tanah air, MAN Insan Cendekia Serpong (MAN ICS). Berdasarkan data resmi pengumuman Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Angkatan 29, sebanyak 99 siswa madrasah tersebut dinyatakan berhasil lolos dan diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di Indonesia. Angka ini mencerminkan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi, mengingat total siswa yang mengikuti seleksi jalur tes ini adalah sebanyak 125 anak. Keberhasilan massal tersebut menempatkan persentase kelulusan UTBK-SNBT MAN Insan Cendekia Serpong pada angka yang sangat impresif, yakni mencapai 79,20 persen. Catatan ini sekaligus memperkokoh posisi MAN ICS sebagai salah satu lembaga pendidikan tingkat menengah atas dengan konsistensi mutu akademik terbaik di tingkat nasional. Dominasi Kampus Ganesha dan Jaket Kuning Melirik peta distribusi kelulusan, Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi destinasi terfavorit bagi para lulusan Angkatan 29 ini. Tercatat sebanyak 33 siswa berhasil menembus berbagai fakultas dan sekolah bergengsi di Kampus Ganesha tersebut, mulai dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI-K), Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), hingga Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD). Menempel ketat di posisi kedua, Universitas Indonesia (UI) juga menjadi rumah baru bagi 28 delegasi terbaik dari MAN ICS. Para siswa ini berhasil mengamankan kursi di berbagai program studi prestisius Universitas Indonesia, termasuk di antaranya program studi Pendidikan Dokter, Pendidikan Dokter Gigi, Teknik Industri, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Gizi, hingga Psikologi. Sebaran Merata di PTN Klaster Utama Selain dominasi yang sangat kuat di ITB dan UI, sebaran alumni MAN ICS dalam UTBK-SNBT kali ini juga meluas secara merata ke berbagai PTN klaster utama lainnya di pulau Jawa dan Sumatra. Universitas Diponegoro (UNDIP) menerima sebanyak 7 siswa, disusul oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan 6 siswa, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan 6 siswa. Selanjutnya, Universitas Padjadjaran (UNPAD) mengamankan 4 kursi bagi lulusan MAN ICS. Tak kalah membanggakan, sejumlah siswa juga berhasil menembus program studi Pendidikan Dokter yang dikenal memiliki tingkat keketatan sangat tinggi di berbagai universitas top tanah air. Di antaranya di Universitas Airlangga (3 siswa), Universitas Gadjah Mada (1 siswa di Kedokteran dan 1 siswa di Antropologi Budaya), Universitas Jenderal Soedirman (1 siswa), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (1 siswa), dan Universitas Lampung (1 siswa). Sementara itu, untuk jalur pendidikan vokasi sains dan teknologi tinggi, institusi seperti Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik Negeri Bandung (POLBAN), dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) masing-masing meloloskan 1 siswa terbaik MAN ICS pada program Diploma Tiga (D3). Di luar pulau Jawa, Universitas Sumatera Utara (USU) juga berhasil ditembus oleh 1 perwakilan siswa pada program Administrasi Perkantoran Digital (D4). Capaian luar biasa ini merupakan buah dari konsistensi, kerja keras para siswa, bimbingan intensif terstruktur dari para guru, serta dukungan penuh orang tua. Dengan tingkat kelulusan mendekati 80 persen pada jalur kompetitif sesulit UTBK-SNBT, MAN Insan Cendekia Serpong kembali membuktikan kapasitasnya dalam mencetak generasi emas yang siap bersaing di level pendidikan tinggi terbaik bangsa.

Berita Terkini

DUA SISWA MAN ICS WAKILI INDONESIA

Kabar membanggakan kembali menghampiri dunia pendidikan tanah air. Dua siswa terbaik MAN Insan Cendekia Serpong, Hilmy Lazuardhy Nurramadhan dan Faris Patria Chariansyah, sukses terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi International Nuclear Science Olympiad (INSO) 2026. Kompetisi sains nuklir tingkat dunia ini dijadwalkan berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada 2 hingga 9 Agustus mendatang. Langkah mulia dua siswa kelas XII ini dikukuhkan melalui surat resmi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Lembaga negara tersebut bertanggung jawab penuh untuk memfasilitasi keberangkatan, sekaligus menjadi mentor dan pendamping selama berkompetisi. Bersama dua siswa berprestasi lainnya dari Indonesia, Hilmy dan Faris siap membawa nama bangsa di panggung global. Perjalanan menuju panggung internasional ini terbilang sangat kompetitif. Hilmy menceritakan bahwa peluang emas ini bermula dari undangan BRIN melalui pihak pelatnas. Undangan khusus tersebut ditujukan bagi para peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Fisika dan Kimia yang telah melewati seleksi ketat Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Setelah mengikuti sosialisasi dan seleksi intensif pada Minggu, 24 Mei 2026, keduanya dinyatakan lolos sebagai duta bangsa. Bagi Faris, pencapaian ini merupakan sebuah pembuktian dari sebuah keteguhan hati. Kegagalannya melaju ke kompetisi internasional di bidang fisika murni sebelumnya tidak membuatnya patah arang. Ia meyakini bahwa kesempatan ini adalah rencana terbaik yang dipersiapkan Tuhan agar ia tetap bisa mengharumkan nama Indonesia, kali ini lewat cabang ilmu nuklir yang penuh tantangan. Sebelum bertolak ke Arab Saudi, persiapan matang telah menanti mereka. Pada Juli 2026, Hilmy dan Faris akan menjalani pembinaan intensif, baik secara daring maupun luring. Salah satu agenda krusialnya adalah mengikuti perkuliahan dan praktik langsung di Politeknik Nuklir Yogyakarta. Di sana, mereka akan mendalami materi fisika atom dan inti, struktur atom, radiasi, hingga aplikasi teknologi nuklir di sektor kesehatan, pembangkit energi, serta astrofisika. Keberhasilan ini menjadi torehan prestasi yang sangat disyukuri oleh seluruh civitas akademika MAN Insan Cendekia Serpong. Doa dan dukungan terbaik terus mengalir agar perjuangan Hilmy dan Faris di Jeddah berbuah manis, membawa pulang medali, dan menginspirasi generasi muda Indonesia untuk terus menguasai teknologi masa depan.

Berita Terkini

KHATAMAN AL QUR’AN DAN DOA BERSAMA UNTUK KESUKSESAN UJIAN

Pada hari Ahad 24 Mei 2026 setelah shalat maghrib, bidang keasramaan dan pembinaan imtak mengadakan kegiatan Khataman Al-Qur’an dan Doa Bersama dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi Sumatif Akhir Tahun,. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual agar para siswa diberikan kemudahan, kelancaran, serta keberkahan ilmu dalam menghadapi ujian. Kegiatan ini berisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh para siswa secara bersama-sama. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an terdengar syahdu, menciptakan suasana yang penuh kekhusyukan. Para siswa mengikuti kegiatan dengan tertib sebagai bentuk kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memohon pertolongan Allah Swt. dalam menuntut ilmu. Setelah khataman Al-Qur’an selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Keasramaan. Dalam tausiahnya, beliau menekankan pentingnya sikap jujur dalam kehidupan, terutama saat menghadapi ujian. Kejujuran merupakan akhlak mulia yang harus dimiliki, karena keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari nilai, tetapi juga dari proses yang dilakukan dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Beliau juga menyampaikan bahwa keberkahan ilmu sangat penting dalam kehidupan. Ilmu yang berkah akan membawa manfaat, kebaikan, dan kesuksesan dunia akhirat. Sebaliknya, ilmu tanpa keberkahan tidak akan memberikan ketenangan dan manfaat yang sempurna bagi kehidupan. Selain itu, dalam tausiah tersebut disampaikan pula pesan bahwa “ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke dalam hati yang kotor.” Oleh karena itu, para siswa diajak untuk menjaga kebersihan hati dengan memperbaiki akhlak, menjauhi perbuatan buruk, menghormati guru, serta memperbanyak ibadah dan doa. Hati yang bersih akan memudahkan seseorang menerima ilmu dan memahami pelajaran dengan baik. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh siswa diberikan kesehatan, kemudahan berpikir, ketenangan hati, dan hasil terbaik dalam Sumatif Akhir Tahun. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan spiritual dan akhlak yang baik dalam menuntut ilmu.

Berita Terkini, Hot News

MENAG SERAHKAN SERTIFIKAT IB KEPADA MAN IC SERPONG

Serpong — Kementerian Agama resmi mengukuhkan MAN Insan Cendekia (IC) Serpong sebagai madrasah pertama di Indonesia yang mengadopsi kurikulum International Baccalaureate (IB). Penyerahan sertifikat dan peresmian status sebagai IB World School tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, di kampus MAN IC Serpong, Tangerang Selatan, pada Jumat (22/5/2026). Saat tiba di lokasi, Menteri Agama disambut dengan pertunjukan seni Rampak Bedug oleh para siswa. Sebelum menuju ruang utama, Menag meninjau fasilitas pembelajaran dan melihat langsung aktivitas belajar mengajar siswa kelas X di Laboratorium Biologi. Setelah itu, Menag beserta rombongan menuju tempat utama acara di Teater MAN IC Serpong. Dalam sambutannya, Menag menyampaikan apresiasi atas pencapaian MAN IC Serpong yang kini menjadi rujukan bagi madrasah-madrasah lain di Indonesia. Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan standar kualitas pendidikan dan tetap rendah hati. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Istana Kepresidenan, antara lain Kepala Staf Kepresidenan RI Dudung Abdurachman, Koordinator Staf Khusus Presiden, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Dari jajaran Kementerian Agama, hadir Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI, Amien Suyitno. Dalam kesempatan tersebut, Dirgayuza Setiawan menyampaikan harapan agar penerapan kurikulum IB di madrasah ini mampu membentuk lulusan yang kreatif, inovatif, serta memiliki orientasi pelayanan kepada masyarakat. Di sisi lain, Koordinator Staf Khusus Presiden menekankan pentingnya aspek keadilan sosial dalam pendidikan. Ia mengapresiasi transisi ini karena akses terhadap pendidikan bermutu tinggi dan berstandar internasional kini dapat dinikmati oleh siswa dari berbagai latar belakang ekonomi, termasuk keluarga kurang mampu. Setelah rangkaian acara di teater selesai, Menag beserta rombongan mengunjungi Perpustakaan MAN IC Serpong yang berstatus sebagai perpustakaan rujukan nasional. Di sana, rombongan melihat aktivitas siswa yang sedang menyusun artikel ilmiah serta meninjau koleksi buku karya siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Melalui integrasi kurikulum IB ini, MAN IC Serpong diharapkan dapat terus mencetak lulusan yang berdaya saing global, memiliki kepedulian sosial, dan berkarakter baik.

Berita Terkini

KHAIRUNNISA ATHIFAH, SISWA MAN IC SERPONG PERAIH MEDALI EGOI 2026 DI ITALIA

SERPONG – Suasana haru dan bangga menyelimuti kampus MAN Insan Cendekia (IC) Serpong pada Rabu sore (20/5/2026). Ratusan siswa dan guru berkumpul untuk menyambut kepulangan Khairunnisa Athifah, siswi berprestasi yang sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional setelah menyabet medali perunggu dalam ajang European Girls’ Olympiad in Informatics (EGOI) 2026. Kompetisi bergengsi yang berlangsung pada 12–18 Mei 2026 di kota pelabuhan Cesenatico, Italia tersebut, menjadi pembuktian ketangguhan Khairunnisa bersama empat Srikandi informatika Indonesia lainnya di panggung dunia. Dalam pidato sambutannya, Khairunnisa tidak mampu menyembunyikan rasa syukur. Ia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada orang tua serta pihak madrasah yang terus memberikan dukungan tanpa henti sejak awal perjuangan hingga titik ini. Di hadapan adik-adik kelasnya, ia juga membagikan kisah perjuangan yang tidak mudah di Eropa. Khairunnisa mengaku sempat merasa terpuruk pada hari pertama kompetisi akibat hasil yang di luar ekspektasi. Namun, mental juaranya berbicara. Pada hari kedua, ia berhasil bangkit, memperbaiki strategi, dan mendulang skor yang jauh lebih tinggi hingga mengamankan medali perunggu. “Jangan pernah menyerah. Teruslah berusaha dan berjuang dalam setiap kompetisi yang kalian ikuti, sekecil apa pun celahnya,” pesan Khairunnisa yang disambut tepuk tangan riuh. Kepala MAN Insan Cendekia Serpong yang hadir langsung memimpin prosesi penyambutan, mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa atas pencapaian internasional ini. Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar medali, melainkan sebuah kunci yang akan membuka lebar berbagai peluang dan kesempatan emas bagi masa depan Khairunnisa. Secara khusus, Kepala Madrasah juga memuji ketangguhan mental anak didiknya tersebut. Ia menyebut Khairunnisa sebagai representasi “seorang petarung sejati” yang tahu bagaimana cara bangkit dan melompat lebih tinggi justru di saat sempat terjatuh. Acara penyambutan yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan pemberian ucapan selamat secara langsung dari seluruh civitas akademika MAN IC Serpong kepada Khairunnisa Athifah. Selamat atas prestasi yang membanggakan ibu pertiwi. Semoga raihan ini menjadi batu loncatan untuk kejayaan dan prestasi yang lebih tinggi di masa depan.

Berita Terkini

WISUDA AKADEMIK ANGKATAN 29 ERCAVA MAN IC SERPONG YANG BERTABURAN PRESTASI INTERNASIONAL

SERPONG, 16 MEI 2026 — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong sukses menyelenggarakan prosesi Wisuda Akademik untuk melepas siswa-siswi Kelas XII Angkatan 29. Angkatan yang mengusung nama Estrella Luxamerta Clavisantara (ERCAVA) ini resmi dikukuhkan kelulusannya pada Sabtu, 16 Mei 2026. Acara ini , berlangsung khidmat di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (PPT) MAN Insan Cendekia Serpong, Tangerang Selatan. Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) hadir sejak pagi hari dengan mengenakan seragam Batik Wisuda terbaru. Acara khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan, Kasubag Tata Usaha (TU) Kemenag Kota Tangerang Selatan, Ketua Komite Madrasah, serta perwakilan Alumni MAN Insan Cendekia Serpong. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah MAN Insan Cendekia Serpong, Hilal Najmi, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian gemilang Angkatan 29. Ia menegaskan bahwa prestasi yang diraih angkatan ini sangat membanggakan karena berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah global. Beberapa prestasi tingkat internasional yang berhasil dijuarai oleh siswa-siswi angkatan ini meliputi Olimpiade Astronomi Internasional di India, Lomba Debat Internasional di Kenya, serta Olimpiade Kimia di Uzbekistan. Selain prosesi wisuda utama, pihak madrasah juga memberikan sejumlah apresiasi khusus melalui rangkaian agenda berikut: Momen kelulusan tahun ini juga mencatatkan sejarah inklusivitas dan jangkauan program madrasah yang semakin mendunia. Terdapat 4 orang siswa asing yang berasal dari Filipina yang dinyatakan berhasil lulus dengan baik di MAN Insan Cendekia Serpong. Keempat siswa tersebut merupakan perwakilan siswa dari program khusus Kemenag Pusat, yaitu: Raja Fatwa, Mus-Ab Tahhir Mustapha, Alayka Habib, dan Aisya Khaira. Suasana haru dan hangat semakin terasa di akhir acara berkat adanya sebuah tradisi unik yang menjadi ciri khas dan hanya dapat ditemukan di MAN Insan Cendekia Serpong, yaitu tradisi “Kakak-Adik Absen”. Dalam momen kelulusan ini, para wisudawan mendapatkan kejutan berupa buket dan bingkisan spesial dari “adik absen” mereka. Sistem adik-kakak absen ini sendiri merupakan ikatan kekeluargaan unik di MAN IC Serpong yang mempertemukan siswa antarangkatan berdasarkan kesamaan nomor urut absen. Hubungan emosional yang erat ini terus dibawa dan dirawat selama tiga tahun masa menempuh pendidikan di madrasah, menjadikan momen pelepasan kelulusan terasa begitu sentimental bagi seluruh civitas akademika.

Berita Terkini

MAN IC SERPONG RESMI BERGABUNG DALAM JARINGAN IB WORLD SCHOOLS

SERPONG – Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong secara resmi telah bergabung dalam jaringan IB World Schools. Kepastian tersebut diperoleh setelah madrasah ini mendapatkan otorisasi untuk menyelenggarakan International Baccalaureate (IB) Diploma Programme. Pencapaian ini sekaligus menjadikan MAN IC Serpong sebagai madrasah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan program kurikulum internasional tersebut. Status IB World School diberikan kepada lembaga pendidikan yang telah mengantongi izin resmi untuk menerapkan kurikulum IB. Sistem pendidikan ini diakui secara global dengan fokus pengajaran pada pengembangan pemikiran kritis, kualitas instruksional, serta sistem pembelajaran yang komprehensif. Melalui program ini, madrasah bertujuan memenuhi standar pendidikan global dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keagamaan sebagai karakter utamanya. Proses untuk mendapatkan otorisasi ini memerlukan waktu kurang lebih satu tahun. MAN IC Serpong harus melewati beberapa tahapan evaluasi yang ketat, meliputi pengajuan minat awal, tahap pencalonan (candidacy), hingga kunjungan verifikasi dan keputusan otorisasi akhir oleh pihak organisasi International Baccalaureate. Dari sisi kesiapan tenaga pendidik, sejumlah guru di MAN IC Serpong saat ini telah memiliki sertifikasi resmi sebagai pengajar IB. Komposisi guru bersertifikat tersebut terdiri dari tiga orang guru Bahasa Inggris, dua orang guru Matematika, dua orang guru Biologi, serta masing-masing satu orang guru untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Geografi, Fisika, dan Ekonomi. Berdasarkan rencana operasional, MAN IC Serpong akan membuka dua kelas khusus untuk program ini, dengan kapasitas masing-masing 20 siswa per kelas. Implementasi kurikulum IB bagi angkatan pertama akan dimulai pada jenjang kelas XI. Sementara itu, siswa kelas X akan menjalani program khusus sebagai kelas persiapan (preparation class) sebelum memasuki kurikulum IB. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi madrasah dalam beradaptasi dengan standar pendidikan internasional.

Scroll to Top